To be Inspirations and Give Solutions

Mempersiapkan Diri Untuk Kembali

Mempersiapkan Diri Untuk Kembali

Mempersiapkan Diri Untuk KembaliMempersiapkan Diri Untuk Kembali ~ Kali ini saya akan mengupas sebuah pemikiran yang beberap waktu yang lalu sempat terlintas di fikiran saya, kemudian jadilah postingan sederhana ini buat anda semua. Sebuah postingan sebagai bahan renungan kita bersama.

Cepat atau lambat setiap orang akan sampai pada ending dalam hidupnya. Sampai pada titik akhir ketika ia harus kembali ke asalnya, kembali ke Tuhannya dan kembali ke kampung yang sebenarnya. Sebuah kenyataan yang tak bisa ditawar-tawar datangnya oleh siapapun di dunia ini. Sebuah pertanyaan yang seharusnya bisa sama-sama kita jawab “sudahkah kita mempersiapkan diri untuk kembali?”

Dunia ibarat sebuah lembaran terbaik untuk mempersiapkan bekal. Hari-hari yang kita lalui selama ini begitu terasa indahnya, berbagai pencapaian yang berhasil kita raih didunia ini menjadi begitu berarti. Dan berbagai hal yang menyenangkan lainnya. Tentu saja ini patut disyukuri. Namun kita harus sampai pada suatu pemikiran bahwa di dunia ini, disini bukanlah kampung kita. Tapi TEMPAT UNTUK MENGUMPULKAN BEKAL UNTUK KEMBALI.

Sebaik-baiknya bekal adalah memanfaatkan sisa umur untuk berbuat terbaik didunia ini, memperbaiki diri sebisa mungkin dan menyegerakan taubat. Ketika seseorang diajukan suatu pertanyaan ini, tentu saja sebagian besar akan menjawab sama. Pertanyaan itu adalah “Kapan dirimu mati?”.

Ketika pertanyaan itu diajukan kepada kita, maka kita akan menjawab “TIDAK TAU”. Hanya Tuhan Yang Maha Esa yang tahu.

Lalu ketika kita sampai pada kesimpulan jika Hanya Tuhan Yang Maha Esa yakni Allah SWT saja yang tahu kapan akhir dari hidup ini, lalu masihkah kita tak mempersiapkan diri?

Kapan saja kita bisa kembali, kapan saja kita bisa dipanggil olehNya. Hari-hari yang kita lalui saat ini bisa menjadi hari terakhir didunia ini. Alahkan celakanya Ketika kita dipanggil kemudian kita sedang berbuat hal yang tidak baik, tentu saja ini menjadi berita terburuk di akhir hidup kita.

Hal terbaik yang seharusnya sama-sama kita sadari bahwa dunia ini merupakan sebuah lautan  untuk berbuat baik, HANYA DIDUNIA INILAH KITA MENEBARKAN KEBAIKAN. Setelah didunia ini, maka kita tak lagi perlu berbuat baik karena kita akan tahu, apakah kita kan dimasukkan kedalam kenikmatan surga atau kenistaan sebuah neraka. Cuma itu saja pilihan kita.

Didunia inilah tempat untuk menanam benih-benih kebaikan, didunia inilah satu-satunya tempat kita untuk mempersiapkan bekal untuk hari esok. Hari terbaik, hari dimana kita tak lagi perlu berbuat baik lagi. Didunia ini sebagai ajang untuk berlomba berbuat kebaikan dan mempersiapkan diri untuk pulang ke kampung halaman yang sebenarnya.

Mari bersama-sama menata diri, memperbaiki diri. Selagi masih diberi waktu olehNya, inilah saatnya kita berbenah untuk mempersiapakan diri untuk kembali. Bisa jadi hari ini menjadi hari terakhir bagi kita semua.





Artikel Terkait: Info Ultrabook Samsung murah dan terjangkau, baca di "Ultrabook Terbaru"
share this article to: Facebook Twitter Google+ Linkedin Technorati Digg
Posted by Kiran Yatmorejo, Published at Minggu, Agustus 14, 2011 and have