Menanti Kebangkitan Bulutangkis Kita ~ Kemerosotan prestasi bulutangkis kita, telah membuat publik hilang kepercayaan terhadap olah raga ini. Tapi itu bukan berarti hilangnya harapan. Antusiasme publik yang tetap tinggi mendukung jagoan merah putih berlaga di turnamen Djarum Indonesia Open Premier Series 2011, membuktikan bahwa bulutangkis tetap dicintai, dan menjadi salah satu jenis olah raga yang mampu memberi kebanggaan pada negeri ini. Prestasi boleh saja merosot, tapi kita jangan pernah kehilangan akal dan asa untuk bangkit.
Kesakitan sebagai sebuah bangsa yang pernah sangat berjaya di cabang ini, sangat wajar tumbuh ketika melihat sepinya prestasi. Tapi anggap saja itu sebagai masa keemasan yang sedang menjauh, bukan menghilang. Karena bulutangkis amatlah unik dan berbeda. Selalu saja ada fase keemasan yang hilang, dan jeda prestasi dalam setiap generasi. Setelah era magnificent seven Rudy Hartono, Christian Hadinata, Liem Swie King di 1970-1980, misalnya, Indonesia pernah merasakan keadaan sepi gelar ini. Kemudian bangkit kembali tahun 1990-an dengan Alan Budikusuma, Ricky Subagja, Rexy Mainaky, hingga Taufik Hidayat.
Jadi jangan pernah kehilangan harapan, karena selalu ada jalan untuk kembali meretas prestasi. Kebangkitan itu akan menemukan massanya jika ditempuh dengan kerja keras dan regenerasi yang benar. Kini sederetan pemain muda tengah mencari jalan untuk menembus deretan elit dunia, seperti Muhammad Ahsan/Bona Septano, Dionysius Hayom Rumbaka, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, atau pun Fran Kurniawan/Pia Zebadiah. Ajang Djarum Indonesia Open 2011 ini pun menjadi sarana untuk menemukan kebangkitan itu.
Kebanggaan prestasi di masa lalu, janganlah menjadi beban sejarah. Bahkan ingatan tentang kegemilangan itu sangat penting untuk terus diputar. Bukan cuma untuk mengenang atau sekadar berbangga diri, tapi sebagai pengingat bahwa kita pernah amat berjaya. Dari ingatan inilah akan lahir kesadaran dan motivasi kuat untuk kembali merebut kejayaan itu. Turnamen Indonesia Open Premiere Series ini kita harapkan menjadi momentum kebangkitan. Tidak saja untuk mempertahankan tradisi emas di olimpiade yang kurang setahun lagi, tapi demi kebangkitan bulutangkis kita. Pasti akan sangat menyakitkan jika tak ada lagi Indonesia Raya di kancah bulutangkis dunia.
Kesakitan sebagai sebuah bangsa yang pernah sangat berjaya di cabang ini, sangat wajar tumbuh ketika melihat sepinya prestasi. Tapi anggap saja itu sebagai masa keemasan yang sedang menjauh, bukan menghilang. Karena bulutangkis amatlah unik dan berbeda. Selalu saja ada fase keemasan yang hilang, dan jeda prestasi dalam setiap generasi. Setelah era magnificent seven Rudy Hartono, Christian Hadinata, Liem Swie King di 1970-1980, misalnya, Indonesia pernah merasakan keadaan sepi gelar ini. Kemudian bangkit kembali tahun 1990-an dengan Alan Budikusuma, Ricky Subagja, Rexy Mainaky, hingga Taufik Hidayat.
Jadi jangan pernah kehilangan harapan, karena selalu ada jalan untuk kembali meretas prestasi. Kebangkitan itu akan menemukan massanya jika ditempuh dengan kerja keras dan regenerasi yang benar. Kini sederetan pemain muda tengah mencari jalan untuk menembus deretan elit dunia, seperti Muhammad Ahsan/Bona Septano, Dionysius Hayom Rumbaka, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, atau pun Fran Kurniawan/Pia Zebadiah. Ajang Djarum Indonesia Open 2011 ini pun menjadi sarana untuk menemukan kebangkitan itu.
Kebanggaan prestasi di masa lalu, janganlah menjadi beban sejarah. Bahkan ingatan tentang kegemilangan itu sangat penting untuk terus diputar. Bukan cuma untuk mengenang atau sekadar berbangga diri, tapi sebagai pengingat bahwa kita pernah amat berjaya. Dari ingatan inilah akan lahir kesadaran dan motivasi kuat untuk kembali merebut kejayaan itu. Turnamen Indonesia Open Premiere Series ini kita harapkan menjadi momentum kebangkitan. Tidak saja untuk mempertahankan tradisi emas di olimpiade yang kurang setahun lagi, tapi demi kebangkitan bulutangkis kita. Pasti akan sangat menyakitkan jika tak ada lagi Indonesia Raya di kancah bulutangkis dunia.
Baca juga ulasan saya sebelumnya : Jangan Pernah Menyakiti Binatang, Binatang juga Tidak Akan Menyakiti Kita
Sumber : Radio Smart FM
Artikel Terkait: Info Ultrabook Samsung murah dan terjangkau, baca di "Ultrabook Terbaru"
Posted by , Published at Selasa, Juni 28, 2011 and have
7
Komentar



SEMANGAT DAN MAJU TERUS BULUTANGKIS INDONESIA.....
BalasHapussalam kenal good luck always
rindu rasanya dengan masa-masa kejayaan susi susanti dan ricky rexy...
BalasHapusparah..main di kandang (indonesian open) tak satupun wakil kita yang juara. dan sialnya, cuma 2 nomor yang masuk final.
BalasHapusini tanda-tanda tim bulutangkis kita sudah payah. banyak yang berargumen soal pelatih, teknis, dana, sistem saringan pemain, jam terbang pemain, dsb. tapi saia punya argument sendiri, yang tak mungkin dapat dipatahkan. apa itu?
SKILL PEMAIN2 KITA SUDAH MENTOK. MEMANG CUMA SAMPAI DISITU SAJA. DILATIH GIMANAPUN YA BEGITU2 SAJA.
OK?
di saat-saat seperti ini justru semangat dan dukungan dari masyarakat Indonesia sangat diharapkan. jangan cuma pas lagi jaya aja didukung, pas lagi kalah malah dicemooh mulu. kesian para atlit itu :(
BalasHapusHello there friend, I have to assert kudos when it comes to blogging an incredibly quality post, basically can certainly help others in many options.
BalasHapussemoga indonesia..cepat bangkit...dan regenerasi..haruslah.segera dilakukan....
BalasHapusharus banyak bibit muda yang unggul biar bisa maju :)
BalasHapus